Kemenangan Spektakuler PSG di Munich Untuk Memboyong Piala Champions
Cairscore – Mimpi puluhan tahun akhirnya menjadi nyata dalam ledakan biru-merah yang spektakuler. Paris Saint-Germain (PSG) tak sekadar memenangkan Liga Champions pertamanya. Mereka melakukannya dengan gaya yang akan menggema sepanjang sejarah sepak bola Eropa. Di bawah bimbingan Luis Enrique, pasukan muda brilian Les Parisiens menghancurkan Inter Milan 5-0 dalam final Liga Champions paling berat sebelah yang pernah disaksikan, dengan remaja ajaib Desire Doue menjadi bintang utama dengan dua gol gemilang.
Atmosfer panas di Allianz Arena langsung terasa sejak awal. PSG, bak mesin perang yang diminyaki dengan sempurna, tak memberi Inter napas lega. Impian mereka mulai terwujud di menit ke-12 melalui sebuah kerjasama yang sangat apik. Vitinha, si pengendali ritme Portugal, memulai aliran bola. Doue, dengan visi yang melampaui usianya, menyodorkan umpan terobosan sempurna ke Achraf Hakimi. Sang bek maroko itu, bermain melawan mantan klubnya, menyelesaikan dengan dingin ke gawang kosong, tanpa perayaan, hanya tekad yang membara. Ini adalah gol tercepat di final sejak 2019, dan pertanda buruk bagi Nerazzurri.
Inter, yang berharap pada sejarah comeback, justru terperosok lebih dalam di menit ke-20. Doue, sang remaja berusia 19 tahun yang lebih dipilih Luis Enrique ketimbang Barcola, berubah dari pemberi umpan menjadi algojo maut. Bermula dari serangan balik kilat, Khvicha Kvaratskhelia melepas Ousmane Dembele di sisi kanan. Umpan silangnya disambut Doue, dan meski tembakannya sempat membelok dari kaki Federico Dimarco, bola tak terelakkan menembus jala Yann Sommer. 2-0. PSG menguasai segalanya.
Babak pertama berakhir dengan Inter nyaris tak bersuara, sundulan tipis Marcus Thuram yang melebar adalah upaya terbaik mereka, simbol ketidakberdayaan di hadapan gelombang serangan PSG. Turun minum tak mengubah nasib. Kebobrokan Inter semakin nyata saat bek Yann Bisseck, baru masuk menggantikan Benjamin Pavard, harus tertatih-tatih keluar lapangan sebelum 10 menit babak kedua berjalan.
Dan di menit ke-63, Vitinha dan Doue merajut momen magis penentu. Sang gelandang Portugal, otak kreatif di lini tengah, memancing pergerakan sebelum melepas umpan terukur ke Doue. Dengan tenang, si remaja itu mengalahkan Sommer di tiang dekat. 3-0. Partai usai. Doue keluar beberapa menit kemudian, disambut gemuruh tepuk tangan meriah dari pendukung PSG yang sudah mulai menikmati pesta kemenangan.
Namun, rasa lapar tim muda ini belum terpuaskan. Dembele, yang malam itu lebih banyak menjadi penyedia, mengirimkan umpan mematikan untuk Kvaratskhelia di menit ke-73. Sang sayap Georgia membobol gawang Inter dengan lari cepatnya. 4-0. Puncak kemewahan datang di menit ke-86, saat Senny Mayulu (19 tahun), pemain pengganti, menyelesaikan kombinasi apik satu-dua dengan Bradley Barcola untuk mencetak gol kelima yang bersejarah. PSG menjadi tim pertama yang mencetak lima gol di final sejak Benfica tahun 1962.
“Ini berarti segalanya. Ini impian saya, ini impian kami. Ini luar biasa. Hasilnya bukan sulap. Saya senang kami melakukannya seperti ini,” seru Vitinha, mewakili luapan emosi skuad, setelah mengakhiri penantian panjang klub. Kemenangan epik ini adalah mahkota dari lebih dari satu dekade investasi ambisius pemilik Qatar, dan penebusan atas kekalahan pahit dari Bayern Munich di final tunggal mereka sebelumnya lima tahun silam.
Dengan gelar Ligue 1 dan Piala Prancis juga di kantong, PSG secara monumental menjadi klub Prancis kedua yang menyentuh piala bergengsi Eropa, menyusul Marseille (1993) yang juga menang di Munich. Luis Enrique pun mengukir sejarah pribadi dengan trofi Liga Champions keduanya, menyamai prestasinya bersama Lionel Messi dan Barcelona satu dekade lalu.
Kemenangan ini adalah bukti kesuksesan strategi pembangunan skuat brilian PSG dua tahun terakhir. Kepergian Kylian Mbappe seolah melepaskan energi baru. Mereka memamerkan salah satu skuat termuda terbaik dalam sejarah kompetisi, dengan Doue, yang akan berusia 20 tahun Selasa depan, sebagai ikon malam itu.
Di sisi lain, Inter Milan tenggelam dalam kepedihan. Mimpi mengulang treble 2010 sirna. Mereka mengakhiri musim tanpa trofi, gagal di Coppa Italia, Serie A, dan kini dihajar telak di panggung tertinggi. Ini adalah kekalahan final kedua mereka dalam tiga musim, dan kekalahan ini menggarisbawahi perlunya pembangunan ulang tim yang rata-rata usianya enam tahun lebih tua dari PSG. Simone Inzaghi dan anak asuhnya pulang dengan tangan hampa, menyisakan pertanyaan besar tentang masa depan.
Malam di Munich itu bukan sekadar kemenangan, itu adalah deklarasi. PSG, dengan generasi emas mudanya yang pemberani dan bermain memukau di bawah Luis Enrique, tak hanya meraih piala pertama mereka, tetapi melakukannya dengan gaya yang akan dikenang sebagai salah final paling dominan dan menghibur dalam sejarah Liga Champions. Rekor selisih gol terbesar itu adalah cap mereka di puncak Eropa.
-
24 Dec 2025Nigeria Tundukkan Tanzania di Pembuka AFCON Meski Tumpul di Depan Gawang
-
23 Dec 2025Operasi Lutut Sukses, Neymar Bidik Piala Dunia 2026: Misi Comeback Sang Ikon Brasil
-
23 Dec 2025Dua Gol Brilian Morgan Rogers Tumbangkan Man United, Asa Gelar Villa Kian Menyala
-
23 Dec 2025Dembele Pecah Telur, PSG Menggulung Fontenay 4-0: Langkah Mantap ke 32 Besar Piala Prancis
-
23 Dec 2025Gyokeres Pecah Kebuntuan, Arsenal Rayakan Natal di Puncak Usai Tundukkan Everton 1-0
-
19 Dec 2025Dembele dan Bonmati Bertahta di Panggung FIFA 2025: Malam Peneguhan Dominasi Paris dan Barcelona
-
17 Dec 2025Drama Delapan Gol di Old Trafford: United Tiga Kali Unggul, Bournemouth Gagalkan Kemenangan dalam Laga 4-4
-
15 Dec 2025Haaland Brace: City Bungkam Palace 3-0, Perburuan Gelar Kian Memanas
-
15 Dec 2025Salah Kembali, Bikin Asis Penentu! Liverpool Jinakkan Brighton 2-0 di Tengah Badai Spekulasi
-
15 Dec 2025Brace Raphinha Angkat Barca! Menang 2-0 atas Osasuna, Keunggulan Puncak Melebar 7 Poin
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Dua Gol Brilian Morgan Rogers Tumbangkan Man United, Asa Gelar Villa Kian Menyala Cairscore – Aston…
#CAIRSCORE Cairbos Dembele Pecah Telur, PSG Menggulung Fontenay 4-0: Langkah Mantap ke 32 Besar Piala Prancis Cairscore —…
#CAIRSCORE Cairbos Gyokeres Pecah Kebuntuan, Arsenal Rayakan Natal di Puncak Usai Tundukkan Everton 1-0 Cairscore — Arsenal memastikan diri…
#CAIRSCORE Cairbos Dembele dan Bonmati Bertahta di Panggung FIFA 2025: Malam Peneguhan Dominasi Paris dan Barcelona Cairscore –…
#CAIRSCORE Cairbos Drama Delapan Gol di Old Trafford: United Tiga Kali Unggul, Bournemouth Gagalkan Kemenangan dalam Laga 4-4 …
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Piala Presiden 2024, Arema Kembali Raih Juara
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol